CINTA SEJATIKU ITU ADALAH SARIYANTO
(My Husband)
Jodoh itu benar-benar unik, sedikit cerita bagaimana aku bertemu
dengan jodohku. cukup singkat. cukup mengejutkan banyak orang cukup membuat ku
speechless, cukup membuatku merasa bahagia dan bersyukur karena telah
dipertemukan dengan pemilik tulang rusukku yang sungguh mengagumkan dan
membuatku begitu mencintainya meski kami berawal tak saling mengenal sama
sekali dan tak mengetahui orangnya sama sekali. Alhamdulillah ya Allah, engkau
telah mempertumakanku dengan suamiku yang begitu sangat luar biasa. Yang
InsyaAllah bisa menjadi imam yang baik dan ayah yang bisa enjadi panutan untuk
anak-anakku kelak. Uhibbuka fillah my husband SARIYANTO.
siang itu jum'at, 19 Desember 2014 sekitar pukul 13.45 ada seorang
wanita yang bertamu ke dosen saya sebut saja namanya mb Ririn, beliau mencari
saya dan mengobrol dengan saya, dalam hati saya sudah punya firasat, karena ini
bukan hal pertama yang saya alami ini adalah kali kedua ada orang yang
memintaku berTA'ARUF.
kali ini Mbak Ririn ingin memperkalkan ku dengan adiknya. saya
cukup bingung disitu. saya tidak tau orangnya, terlebih lagi namanya. ini
membuat saya menjadi lebih bingung. kemudian mb ririn meminta saya untuk
shalata istikharah. kemudian mb ririn beranjak pulang.
saya menjadi bingung dan pusing. apa yang harus saya lakukan?
saya sedang tidak berfiiran untuk menikah, kemudian saya
berkonsultasi dengan bu diana dan para tetangga. bu diana berkata "jangan
langsung ditolak put, coba ikuti prosesnya." saya menjawab : "kalau
sya tidak bisa menlak bagaimana bu?". "berarti dia memang
jodohmu." jawab bu diana.
saya terdiam. memutar otak apa yang harus saya lakuka? saya
melaksanakan shalat istikharah dan bertanya-tanya ketetangga disekitar situ.
ternyata adiknya itu bernama SARIYANTO.
para tetangga mendeskripsikan orang tersebut tapi saya teta gk ada
pandangan seperti apakh SARIYANTO itu? seribu tanya menjadi-jadi, semakin
penasaran rasa ingin tahuku.
tak selang berapa lama pada tanggal 22 Desember 2014 sekitar pukul
09.00 mb ririn sms saya, dan bertanya tentang jawaban saya.
saya sangat bingung. ini benar-benar membingungkan. saya jadi salah
tingkah. bertanya-tanya dalam hati. dan para tetanggga mendorong saya untuk
berkata iya. dan saya memberi jawaban "Ahlan, Ukh."
jantung saya semakin berdebar-debar dengan jawaban saya ini.
kemudian mb ririn mengajak ta"arufan dan saya yang diminta menentukan
waktunya. tapi saya masih bingung dan belum bisa memberikan kepastian kapan
bisa ta'arufan. ini adalah hal yang paling membingungkan bagi saya. sayaa tidak
tahu orangnya tapi saya iyakan. aneh kan?!.
saya mencari tahu tentang ikhwan itu, saya coba cari tahu dipasar
karena kata para tetangga dia bekerja dipasar. saya melihatnya. tapi hanya
sekelebatan saya tak berani untuk melihat.wajahnya pun tak jelas. kedua harinya
saya penasaran dan mencob melihat lagi dengan dalih beli kalun buat ken dan
aurel. ketika saya pulang jalan kerumah. kami berpapasan berhadapan tapi saya
tak benari untuk melihat saya hanya menunduk, sesampainya dirumah. mbah Roh
berkata : "put, tadi anaknya senyum-senyum kayaknya dia tau kamu."
cieee
jadi tambah malu saya disitu. kemudian saya sms mb ririn untuk
menanyakan biodatanya. dan diberitahukan biodata ikhwan itu.
saya cukup kaget dengan jawabannya. usianya adalah 28 tahun yang
terpaut cukup jauh dengan saya yang masih berusia 20 tahun.
mbaknya berkata akan mengirimkan biodata lengkap ikhwan tersebut.
tapi saya keburu pulang kampung.
dan pada tanggal 27 Desember 2014, saya mendapatkan surat biodata
dari ikhwan tersebut yang diantar oleh Hana anak dari mb Ririn. saya cukup ada
perasaan bahagia. saya buka surat itu kemudian saya baca. bagus, menakjubkan
dan lucu, cukup untuk membuat geli
pembacanya.
kemudian mb ririn sms, " put suratnya sudah sampai?" saya
jawab: "sudah mb, ini baru selesai saya baca. perlu dibalas gak mb?"
"ya dibalas dong biar sarii tahu siapa putri yang sedang dibalik
layar." jawab mb ririn. syay pun mengiyakan. saya membuat biodata diri
tentang saya dan pada tanggal 29 Desember saya menghantarkan surat tersebut
kerumah mb ririn. saya disana duduk dan diajak mengobrol dengan mb Ririn. ba'da
asyar berlalu. kemudian suami mb ririn datang. dan berkata "lah ini ada
putri ayo kita ta'arufin sakarang aja lebih cepat lebih baik. itu i sarinya kayaknya
ada. orang motornya didepan." mb ririn menjawab: "jangan terburu-buru
si bi, yantai aja." " udah jangan kelamaan, cari sarinya. kemana ini
anaknya?" mas bambang mencari sari. dan akhir ketemu.dan sari nya disuruh
masuk, tapi dia berusaha menghindar. Didepan pintu dia berkata: “aku malu loo,
tadi aja ada anak ini saya bingung mau kemasjid lewat mana.” Saya tertawa dalam
hati mendengar perkataannya. “ sembari beristighfar dalam hati karena grogi
banget. Panas dingin rasanya. Mamasnya berkata : “udah duduk.” Diapun duduk.
Mas bambang mengawali obrolan dan berbicara panjang kali lebar kali tinggi.hee,
disitu si Sari disuruh bicara. Saya hanya diam tugasnya hanya diam karena saya
enggak bisa ngomong apa-apa. (grogi banget). Disituasi itu sari tetap memakai
topinya saya tidak bisa mengetahui wajahnya dengan jelas. Mas bambang melepas
topinya, tapi dia tidak mau. Dia berkata:” aku malu loo.” Saya tertawa dalam
hati lagi. Tingkahnya sungguh lucu.
Kemudian Sari berbicara tentang orang tuanya. Mas bambang tiba-tiba
pergi mau jualin orang karena beliau berdagang dirumah. “saya jualin dulu ya
ada waktu 5 menit untuk kalian ngobrol.” Dia diam saya pun diam kemudian dia
membuka pembicaraan. Saya tetap diam kemudian dia berkata ke mas bambang :”
udah 5 menit ni loo.” Saya hanya tertawa dalam hati mendengar dia berkata
seperti itu. Dengan ekspresi yang bikin tertawa juga pastinya. Mas bambang pun
datang dan berkata: “udah, putri mau ngomong apa buat yang terakhir, sari juga
mau bilang apa.” Saya tetap diam tanpa kata. Dia berkata:” ya, saya pengennya
jadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah.” Kata mas bambang: “biasa, semua
orang juga pengen seperti itu, putri ada yang mau dibicaraka.” Saya jawab :
“enggak mas, udah cukup.” Dan pertemuan kami selesai sampai disitu dengan
kesimpulan aku dan dia mau. Dan secara mendadak mas bambang sudah membahas
tentang khitbat. Nah loo, saya semakin bingung. Apa-apaan ini, cepet banget.
Saya aja belum membicarakan hal ini dengan bapak saya. Pendek cerita.
Pada tanggal 1 Januari 2015, pukul 10.30 mas bambang beserta sari
dan 2 kakaknya yang lain bersilaturahim kerumah. Disitu bapak saya dan mas
bambang berbicara panjang kali lebar dan menjurus ke acara khitbah. Bapak saya
hanya mengiyakan setiap perkataan mas bambang. Sarinya pun juga hanya diam tanpa
sepatah kata apapun. Kayak jadi patung deh. Saya juga hanya diam mainan game.
Dan berakhir dengan makan dan pulang pukul 12.00
Keesokan harinya, mas bambang sms tentang tanggal khitbah yang akan
dilaksanakan. Awalnya rencana tanggal 11 Januari 2015, eh tenyata malah
dimajukan 8 Januari 2015. Tapi bapak saya mengIYAkan aja. Gak tau manut banget
bapak saya kali ini. Keluarga ku pun sibuk merencanakan segala hal untuk acara
khitbah.
8 Januari2015 telah didepan mata. Keluarga Sari dan keluarga saya
bertemu dan berbincang-bincang sebagai permulaan dan mulai lah acara tersebut.
Sampai tiba khitbah dengan pemberian cincin dari pihak Sari kepihak saya. Saya
maju kedepan dan mengambil cincin dari mb nya sari yang diberikan pakde saya
kemudian diberikan kebapak saya terakhir ke saya dan saya pakaikan sendiri.
Ditanya mbak nya: “pas ga? Apa kebesaran kalo kebesaran nanti dituker.” Saya
jawab :” pas kok. Pas.” Mb nya yang lain jawab :” berarti cocok bener, pas
banget, tidak kebesaran atau kekecilan padahal gx diajak beli.” Tanpa sengaja,
saya menoleh kearahnya dan dia pun melihatku juga. Disitu tumbuh perasaan cinta
dlam diriku. Entah kalo dia. Saya mah nggak tau.
Diacara khitbah itu ada acara yang sangat lucu, ketika selesai
khitbah pihak sari berpamitan dan saya mengiringi kepulangannya besama
keluarga. Nah loo, ada kejadian dimana ada sendal yang ketuker sebelah. Pada
kebingungan tuh padaan. Dan mencari-cari sendal siapa yang ketuker. Tanpa
disangka sendal sari yang ketuker dengan sedal pakde saya. Mas pur bilang:
“sendal mantennya yang ketuker, mantennya gak mau pulang.” Semua tertawa lucu
dengan kejadian itu. Akhirnya kami mengakhiri acara tersebut dengan kejadian
yang lucu itu.
Saya sudah diikat dengannya, disitu benih-benih cinta tumbuh subur,
dan swmakin subur. Perasaan rindu semakin membelenggu, pada pertemuan kamu
terlalu singkat dan cepat. Kamipun belum memahami satu sama lain, wajahpun
masih samar-samar tergambar, tapi tak tau apa perasaan ini, cinta ini tumbuh
dihatiku dengan keyakinan dia memang baik dan terbaik untukku. Tapi saya hanya
akan memendam perasaaan ini hingga tiba waktu dimana aku dan Sari akan
disatukan dalam ikata suci yang halal dan sah dimata Agama dan hukum negara.
Sampai tiba waktu akad nikah yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari
2015.
Minggu pagi saya pulang ke metro lagi yaitu 11 Januari 2015. Saya
ikut bu diana kemasjid untuk ikut merayakan maulid nabi SAW. sampai disana
banyak orang yang memperhatikan saya. Dan ada yang bertanya spontan, calonnya
mas sari ya? Saya hanya membalas dengan senyuman saja. Karena saya malu.
Keesokan hari dipasar pun begitu. Hampir setiap hari saya ditanya. Apakah saya
ini calon istri mas sari. Tadi saya hanya membalas senyuman. Tapi kini saya
mantap menjawab iya. Ada suatu kejadian yang membuat saya sedih. Saya bilang
akan pulang dan si sari berkata pada mas bambang lah nanti kalo saya lupa
wajahnya gimana?. Disitu saya sangat sedih, iya si kita belum memahami satu
sama lai, wajahnyapun masih samar-samar tergambar tapi setidaknya cukup ciren
lah dengan ciri-ciriku. Saya aja berusaha mengingat dia tapi dia mengatakan hal
seperti itu. Itu lumayan membuat saya sedih. Hari minggu, tanggal 18 Januari
2015 saya membantu dia khataman al-qur’an anak-anak didiknya di TPA. Yang acara
khatamannya di masjid Nurul Huda. Disitu saya dengan jelas melihat dia. Disitu
kami saling mengetahui satu sama lain dengan jelas wajah kami. Hanya 4 kali
yang dia ucapkan kepada saya. 1. Ketika saya sampai diam mengatakan “masuk loo,
kesini.”
2. saya masuk masjid dan menghampiri dia, “ini simak” hanya berkata
seperti itu lalu pergi.
3. ba’da zuhur saya ingin pulang dan berbicara dengan mas bambang.
Dia datang dari pintu dia bilang “itu lo disimak.” Mas bambang bilang la kok
laki-laki to.” Dijawab: “lah cum anak SD kelas 3 kok.” Terus dia berkata pada
adik-adiknya. Ini mau disimak mbak.” Saya masuk kedalam masjid dan dia
berlaludari hadapan saya. 4. Terakhir saya akan pulang. Saya jalan dan dia
berkata “terima kasih ya.” Saya hanya menjawab iya dengan lirih. Saya pulang
karena ada sedikit rasa terluka karena dapat sms dari mas bambang yang berkata
saya dan sari sperti musuh, sari bersikap acuh kepada saya. Padahal awalnya
saya biasa saja dengan sikap dia seperti itu, malah tenang. Itu berarti dia
adalah laki-laki yang benar-benar baik. Eh malah dapat sms kayak gitu ya sedih
dong sayanya. Tapi entah saya tetap ingin husnuzon kepadany dan tak mau su’uzon
pada nya. Tapi ya cukup membuat saya bimbang. Tapi kemudian ada sms dari mas
bambang kalo sari “YES” dengan saya. Ada perasaan senang disitu bahagia itu
pastinya, lega banget. Terlebih dapet sate tuh dari mas sari. Katanya si dia
inget sama saya dan ngasih sate itu buat saya dan diantar oleh hana. Tapi bener
gx nya saya gak tau. Saya mulai kurang percaya dengan hal itu karena kejadian sms
tadi. Ya akhir nya 50:50. Antara percaya dan tidak.
19 januari 2015 pas banget 1 bulan tuh saya dikenalin dia.
Sore-sore mbak ririn sms. “put nanti ba’da ashar kerumah mbak ya ada titpan
dari sari” saya jawab “afwan mbk saya lagi pergi kegunung sugih buat jemput
mbah roh.” Terus mbak ririn membalas. “pulangna kapan?” saya jawab:
“kemungkinan malem mb, ya nanti kalo tidak memalaman saya mapir” udah sampai
disitu malemnya saya pulang. Saya tidak tempat mb ririn tapi bu diana yang
ketempat mb ririn untuk membeli susu. Sampai dirumah bu diana bilang. “ ini ada
titipan dari sari, kata mas bambang ini nyarinya setengah hari sendiri.” Saya
buka eh ternyata udang, ciiiiee sok suiitt banget pak wo ku ini. Pikir ku. Bu
diana tanya “ apa put isinya.” Saya jawab “udang buk.” Ciee so sweetnya, kata
bu diana. Saya senyum kegirangan. Antara percaya gx percaya. Pak wo ku romantis
loo. Makin.. dan makin.. deh sama pak wo.. jazakallah pak wo ku ter
C.I.N.T.A,,, hmzz.
Keesokannya saya bilang sama mas bambang untuk mengganti mahar yang
buku. Diketawaan sama mas bambang. Dan sms “ya udah nanti sari saya suruh
cepet2 beli bukunya. Nanti sore bisa
ganti lagi maharnya karena liat duren montok2 jadi minta mahar duren deh..hihi”
saya lumayan ketawa disitu. Agak siangan saya kerumah mb ririn untuk menghantar
KTP buat ngurus surat-surat. Ngobrol lama itu sama mbak ririn. Ceritain pak wo,
lucu banget deh. Sama cerita yang lainnya pastinya. Nah beberapa waktu kemudian
saya menoleh kejalan eh ada pak wo udah berdiri pake kacamata dan bawa helm.
Saya kaget dan reflek malingin muka dari dia karena malu. Eh dia malah nyletuk
bilang : “ayo berangkat nyari buku.” Saya Cuma nahan ketawa, mas bambang tanya
“ siapa yang diajak nyari buku, yang diluar apa yang didalem?” dia jawab “ yang
didalemlah.” “eleh” diejekin terus sama mas bambang. Terus aya bilang udah mas
biarin dia pergi. Akhirnya dia pergi. Lucu banget pokoknya. Jadi drama komedi
bagus kali ya.
Kalo denger perjuangan pak wo, hmzz terharu deh. Luar biasa calon
suamiku ini, perjuangannya untuk diriku. Perasaan ini semakin tumbuh buat pak
wo ku. Bersyukur banget bisa jadi istrinya. Selalu berharap bisa bersamanya
hingga akhir hayat ini. Dunia dan akhirat pokoknya. Aminn ya Allah. Uhibbuka
fillah my husband. Ku nantikan saat itu, saat kau mengucapkan ijab kobul pada
tanggal 12 februari 2015. Kita akan memulia membangun cinta bersama membangun
rumah tangga, membangun keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Pak wo..
pak wo.. kalo ada orangnya aja malu. Giliran gx ada sok-sok an kayak berani-berani
aja. Pak wo.. pak wo.. cinta yang bermula tanpa saling tahu dan mengenal. Jodoh
itu memang tak terduga. Sungguh rahasia. Membuat hati berbunga-bunga. Jika
semua cinta berlandaskan karena Allah pasti akan indah sampai akhir. Dan
akhirnya ku menemukanmu SARIYANTO.
Cerita ini aku persembahkan untuk suamiku tercinta SARIYANTO.
Dalam bentuk rasa syukur ku, karena aku telah dipertemukan oleh nya. Oleh dia
yang isyaAllah mulia akhlaknya, baik budinya. Janji Allah itu pasti “laki-laki
baik dengan perempuan baik-baik”. Maka jika kita ingin mendapatkan jodoh yang
baik, maka perbaikilah diri kita, intropeksi diri kita. Bukan malah menuntut
ini, itu dari orang lain. Menerima apa adanya. To Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar