Kamis, 14 Januari 2016

JODOH YANG TAK TERDUGA



CINTA SEJATIKU ITU ADALAH SARIYANTO
(My Husband)

Jodoh itu benar-benar unik, sedikit cerita bagaimana aku bertemu dengan jodohku. cukup singkat. cukup mengejutkan banyak orang cukup membuat ku speechless, cukup membuatku merasa bahagia dan bersyukur karena telah dipertemukan dengan pemilik tulang rusukku yang sungguh mengagumkan dan membuatku begitu mencintainya meski kami berawal tak saling mengenal sama sekali dan tak mengetahui orangnya sama sekali. Alhamdulillah ya Allah, engkau telah mempertumakanku dengan suamiku yang begitu sangat luar biasa. Yang InsyaAllah bisa menjadi imam yang baik dan ayah yang bisa enjadi panutan untuk anak-anakku kelak. Uhibbuka fillah my husband SARIYANTO.
siang itu jum'at, 19 Desember 2014 sekitar pukul 13.45 ada seorang wanita yang bertamu ke dosen saya sebut saja namanya mb Ririn, beliau mencari saya dan mengobrol dengan saya, dalam hati saya sudah punya firasat, karena ini bukan hal pertama yang saya alami ini adalah kali kedua ada orang yang memintaku berTA'ARUF.
kali ini Mbak Ririn ingin memperkalkan ku dengan adiknya. saya cukup bingung disitu. saya tidak tau orangnya, terlebih lagi namanya. ini membuat saya menjadi lebih bingung. kemudian mb ririn meminta saya untuk shalata istikharah. kemudian mb ririn beranjak pulang.
saya menjadi bingung dan pusing. apa yang harus saya lakukan?
saya sedang tidak berfiiran untuk menikah, kemudian saya berkonsultasi dengan bu diana dan para tetangga. bu diana berkata "jangan langsung ditolak put, coba ikuti prosesnya." saya menjawab : "kalau sya tidak bisa menlak bagaimana bu?". "berarti dia memang jodohmu." jawab bu diana.
saya terdiam. memutar otak apa yang harus saya lakuka? saya melaksanakan shalat istikharah dan bertanya-tanya ketetangga disekitar situ. ternyata adiknya itu bernama SARIYANTO.
para tetangga mendeskripsikan orang tersebut tapi saya teta gk ada pandangan seperti apakh SARIYANTO itu? seribu tanya menjadi-jadi, semakin penasaran rasa ingin tahuku.

tak selang berapa lama pada tanggal 22 Desember 2014 sekitar pukul 09.00 mb ririn sms saya, dan bertanya tentang jawaban saya.
saya sangat bingung. ini benar-benar membingungkan. saya jadi salah tingkah. bertanya-tanya dalam hati. dan para tetanggga mendorong saya untuk berkata iya. dan saya memberi jawaban "Ahlan, Ukh."
jantung saya semakin berdebar-debar dengan jawaban saya ini. kemudian mb ririn mengajak ta"arufan dan saya yang diminta menentukan waktunya. tapi saya masih bingung dan belum bisa memberikan kepastian kapan bisa ta'arufan. ini adalah hal yang paling membingungkan bagi saya. sayaa tidak tahu orangnya tapi saya iyakan. aneh kan?!.
saya mencari tahu tentang ikhwan itu, saya coba cari tahu dipasar karena kata para tetangga dia bekerja dipasar. saya melihatnya. tapi hanya sekelebatan saya tak berani untuk melihat.wajahnya pun tak jelas. kedua harinya saya penasaran dan mencob melihat lagi dengan dalih beli kalun buat ken dan aurel. ketika saya pulang jalan kerumah. kami berpapasan berhadapan tapi saya tak benari untuk melihat saya hanya menunduk, sesampainya dirumah. mbah Roh berkata : "put, tadi anaknya senyum-senyum kayaknya dia tau kamu." cieee
jadi tambah malu saya disitu. kemudian saya sms mb ririn untuk menanyakan biodatanya. dan diberitahukan biodata ikhwan itu.
saya cukup kaget dengan jawabannya. usianya adalah 28 tahun yang terpaut cukup jauh dengan saya yang masih berusia 20 tahun.
mbaknya berkata akan mengirimkan biodata lengkap ikhwan tersebut. tapi saya keburu pulang kampung.
dan pada tanggal 27 Desember 2014, saya mendapatkan surat biodata dari ikhwan tersebut yang diantar oleh Hana anak dari mb Ririn. saya cukup ada perasaan bahagia. saya buka surat itu kemudian saya baca. bagus, menakjubkan dan lucu, cukup  untuk membuat geli pembacanya.
kemudian mb ririn sms, " put suratnya sudah sampai?" saya jawab: "sudah mb, ini baru selesai saya baca. perlu dibalas gak mb?" "ya dibalas dong biar sarii tahu siapa putri yang sedang dibalik layar." jawab mb ririn. syay pun mengiyakan. saya membuat biodata diri tentang saya dan pada tanggal 29 Desember saya menghantarkan surat tersebut kerumah mb ririn. saya disana duduk dan diajak mengobrol dengan mb Ririn. ba'da asyar berlalu. kemudian suami mb ririn datang. dan berkata "lah ini ada putri ayo kita ta'arufin sakarang aja lebih cepat lebih baik. itu i sarinya kayaknya ada. orang motornya didepan." mb ririn menjawab: "jangan terburu-buru si bi, yantai aja." " udah jangan kelamaan, cari sarinya. kemana ini anaknya?" mas bambang mencari sari. dan akhir ketemu.dan sari nya disuruh masuk, tapi dia berusaha menghindar. Didepan pintu dia berkata: “aku malu loo, tadi aja ada anak ini saya bingung mau kemasjid lewat mana.” Saya tertawa dalam hati mendengar perkataannya. “ sembari beristighfar dalam hati karena grogi banget. Panas dingin rasanya. Mamasnya berkata : “udah duduk.” Diapun duduk. Mas bambang mengawali obrolan dan berbicara panjang kali lebar kali tinggi.hee, disitu si Sari disuruh bicara. Saya hanya diam tugasnya hanya diam karena saya enggak bisa ngomong apa-apa. (grogi banget). Disituasi itu sari tetap memakai topinya saya tidak bisa mengetahui wajahnya dengan jelas. Mas bambang melepas topinya, tapi dia tidak mau. Dia berkata:” aku malu loo.” Saya tertawa dalam hati lagi. Tingkahnya sungguh lucu.
Kemudian Sari berbicara tentang orang tuanya. Mas bambang tiba-tiba pergi mau jualin orang karena beliau berdagang dirumah. “saya jualin dulu ya ada waktu 5 menit untuk kalian ngobrol.” Dia diam saya pun diam kemudian dia membuka pembicaraan. Saya tetap diam kemudian dia berkata ke mas bambang :” udah 5 menit ni loo.” Saya hanya tertawa dalam hati mendengar dia berkata seperti itu. Dengan ekspresi yang bikin tertawa juga pastinya. Mas bambang pun datang dan berkata: “udah, putri mau ngomong apa buat yang terakhir, sari juga mau bilang apa.” Saya tetap diam tanpa kata. Dia berkata:” ya, saya pengennya jadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah.” Kata mas bambang: “biasa, semua orang juga pengen seperti itu, putri ada yang mau dibicaraka.” Saya jawab : “enggak mas, udah cukup.” Dan pertemuan kami selesai sampai disitu dengan kesimpulan aku dan dia mau. Dan secara mendadak mas bambang sudah membahas tentang khitbat. Nah loo, saya semakin bingung. Apa-apaan ini, cepet banget. Saya aja belum membicarakan hal ini dengan bapak saya. Pendek cerita.
Pada tanggal 1 Januari 2015, pukul 10.30 mas bambang beserta sari dan 2 kakaknya yang lain bersilaturahim kerumah. Disitu bapak saya dan mas bambang berbicara panjang kali lebar dan menjurus ke acara khitbah. Bapak saya hanya mengiyakan setiap perkataan mas bambang. Sarinya pun juga hanya diam tanpa sepatah kata apapun. Kayak jadi patung deh. Saya juga hanya diam mainan game. Dan berakhir dengan makan dan pulang pukul 12.00
Keesokan harinya, mas bambang sms tentang tanggal khitbah yang akan dilaksanakan. Awalnya rencana tanggal 11 Januari 2015, eh tenyata malah dimajukan 8 Januari 2015. Tapi bapak saya mengIYAkan aja. Gak tau manut banget bapak saya kali ini. Keluarga ku pun sibuk merencanakan segala hal untuk acara khitbah.
8 Januari2015 telah didepan mata. Keluarga Sari dan keluarga saya bertemu dan berbincang-bincang sebagai permulaan dan mulai lah acara tersebut. Sampai tiba khitbah dengan pemberian cincin dari pihak Sari kepihak saya. Saya maju kedepan dan mengambil cincin dari mb nya sari yang diberikan pakde saya kemudian diberikan kebapak saya terakhir ke saya dan saya pakaikan sendiri. Ditanya mbak nya: “pas ga? Apa kebesaran kalo kebesaran nanti dituker.” Saya jawab :” pas kok. Pas.” Mb nya yang lain jawab :” berarti cocok bener, pas banget, tidak kebesaran atau kekecilan padahal gx diajak beli.” Tanpa sengaja, saya menoleh kearahnya dan dia pun melihatku juga. Disitu tumbuh perasaan cinta dlam diriku. Entah kalo dia. Saya mah nggak tau.
Diacara khitbah itu ada acara yang sangat lucu, ketika selesai khitbah pihak sari berpamitan dan saya mengiringi kepulangannya besama keluarga. Nah loo, ada kejadian dimana ada sendal yang ketuker sebelah. Pada kebingungan tuh padaan. Dan mencari-cari sendal siapa yang ketuker. Tanpa disangka sendal sari yang ketuker dengan sedal pakde saya. Mas pur bilang: “sendal mantennya yang ketuker, mantennya gak mau pulang.” Semua tertawa lucu dengan kejadian itu. Akhirnya kami mengakhiri acara tersebut dengan kejadian yang lucu itu.
Saya sudah diikat dengannya, disitu benih-benih cinta tumbuh subur, dan swmakin subur. Perasaan rindu semakin membelenggu, pada pertemuan kamu terlalu singkat dan cepat. Kamipun belum memahami satu sama lain, wajahpun masih samar-samar tergambar, tapi tak tau apa perasaan ini, cinta ini tumbuh dihatiku dengan keyakinan dia memang baik dan terbaik untukku. Tapi saya hanya akan memendam perasaaan ini hingga tiba waktu dimana aku dan Sari akan disatukan dalam ikata suci yang halal dan sah dimata Agama dan hukum negara. Sampai tiba waktu akad nikah yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2015.
Minggu pagi saya pulang ke metro lagi yaitu 11 Januari 2015. Saya ikut bu diana kemasjid untuk ikut merayakan maulid nabi SAW. sampai disana banyak orang yang memperhatikan saya. Dan ada yang bertanya spontan, calonnya mas sari ya? Saya hanya membalas dengan senyuman saja. Karena saya malu. Keesokan hari dipasar pun begitu. Hampir setiap hari saya ditanya. Apakah saya ini calon istri mas sari. Tadi saya hanya membalas senyuman. Tapi kini saya mantap menjawab iya. Ada suatu kejadian yang membuat saya sedih. Saya bilang akan pulang dan si sari berkata pada mas bambang lah nanti kalo saya lupa wajahnya gimana?. Disitu saya sangat sedih, iya si kita belum memahami satu sama lai, wajahnyapun masih samar-samar tergambar tapi setidaknya cukup ciren lah dengan ciri-ciriku. Saya aja berusaha mengingat dia tapi dia mengatakan hal seperti itu. Itu lumayan membuat saya sedih. Hari minggu, tanggal 18 Januari 2015 saya membantu dia khataman al-qur’an anak-anak didiknya di TPA. Yang acara khatamannya di masjid Nurul Huda. Disitu saya dengan jelas melihat dia. Disitu kami saling mengetahui satu sama lain dengan jelas wajah kami. Hanya 4 kali yang dia ucapkan kepada saya. 1. Ketika saya sampai diam mengatakan “masuk loo, kesini.”
2. saya masuk masjid dan menghampiri dia, “ini simak” hanya berkata seperti itu lalu pergi.
3. ba’da zuhur saya ingin pulang dan berbicara dengan mas bambang. Dia datang dari pintu dia bilang “itu lo disimak.” Mas bambang bilang la kok laki-laki to.” Dijawab: “lah cum anak SD kelas 3 kok.” Terus dia berkata pada adik-adiknya. Ini mau disimak mbak.” Saya masuk kedalam masjid dan dia berlaludari hadapan saya. 4. Terakhir saya akan pulang. Saya jalan dan dia berkata “terima kasih ya.” Saya hanya menjawab iya dengan lirih. Saya pulang karena ada sedikit rasa terluka karena dapat sms dari mas bambang yang berkata saya dan sari sperti musuh, sari bersikap acuh kepada saya. Padahal awalnya saya biasa saja dengan sikap dia seperti itu, malah tenang. Itu berarti dia adalah laki-laki yang benar-benar baik. Eh malah dapat sms kayak gitu ya sedih dong sayanya. Tapi entah saya tetap ingin husnuzon kepadany dan tak mau su’uzon pada nya. Tapi ya cukup membuat saya bimbang. Tapi kemudian ada sms dari mas bambang kalo sari “YES” dengan saya. Ada perasaan senang disitu bahagia itu pastinya, lega banget. Terlebih dapet sate tuh dari mas sari. Katanya si dia inget sama saya dan ngasih sate itu buat saya dan diantar oleh hana. Tapi bener gx nya saya gak tau. Saya mulai kurang percaya dengan hal itu karena kejadian sms tadi. Ya akhir nya 50:50. Antara percaya dan tidak.
19 januari 2015 pas banget 1 bulan tuh saya dikenalin dia. Sore-sore mbak ririn sms. “put nanti ba’da ashar kerumah mbak ya ada titpan dari sari” saya jawab “afwan mbk saya lagi pergi kegunung sugih buat jemput mbah roh.” Terus mbak ririn membalas. “pulangna kapan?” saya jawab: “kemungkinan malem mb, ya nanti kalo tidak memalaman saya mapir” udah sampai disitu malemnya saya pulang. Saya tidak tempat mb ririn tapi bu diana yang ketempat mb ririn untuk membeli susu. Sampai dirumah bu diana bilang. “ ini ada titipan dari sari, kata mas bambang ini nyarinya setengah hari sendiri.” Saya buka eh ternyata udang, ciiiiee sok suiitt banget pak wo ku ini. Pikir ku. Bu diana tanya “ apa put isinya.” Saya jawab “udang buk.” Ciee so sweetnya, kata bu diana. Saya senyum kegirangan. Antara percaya gx percaya. Pak wo ku romantis loo. Makin.. dan makin.. deh sama pak wo.. jazakallah pak wo ku ter C.I.N.T.A,,, hmzz.
Keesokannya saya bilang sama mas bambang untuk mengganti mahar yang buku. Diketawaan sama mas bambang. Dan sms “ya udah nanti sari saya suruh cepet2 beli bukunya. Nanti sore  bisa ganti lagi maharnya karena liat duren montok2 jadi minta mahar duren deh..hihi” saya lumayan ketawa disitu. Agak siangan saya kerumah mb ririn untuk menghantar KTP buat ngurus surat-surat. Ngobrol lama itu sama mbak ririn. Ceritain pak wo, lucu banget deh. Sama cerita yang lainnya pastinya. Nah beberapa waktu kemudian saya menoleh kejalan eh ada pak wo udah berdiri pake kacamata dan bawa helm. Saya kaget dan reflek malingin muka dari dia karena malu. Eh dia malah nyletuk bilang : “ayo berangkat nyari buku.” Saya Cuma nahan ketawa, mas bambang tanya “ siapa yang diajak nyari buku, yang diluar apa yang didalem?” dia jawab “ yang didalemlah.” “eleh” diejekin terus sama mas bambang. Terus aya bilang udah mas biarin dia pergi. Akhirnya dia pergi. Lucu banget pokoknya. Jadi drama komedi bagus kali ya.
Kalo denger perjuangan pak wo, hmzz terharu deh. Luar biasa calon suamiku ini, perjuangannya untuk diriku. Perasaan ini semakin tumbuh buat pak wo ku. Bersyukur banget bisa jadi istrinya. Selalu berharap bisa bersamanya hingga akhir hayat ini. Dunia dan akhirat pokoknya. Aminn ya Allah. Uhibbuka fillah my husband. Ku nantikan saat itu, saat kau mengucapkan ijab kobul pada tanggal 12 februari 2015. Kita akan memulia membangun cinta bersama membangun rumah tangga, membangun keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Pak wo.. pak wo.. kalo ada orangnya aja malu. Giliran gx ada sok-sok an kayak berani-berani aja. Pak wo.. pak wo.. cinta yang bermula tanpa saling tahu dan mengenal. Jodoh itu memang tak terduga. Sungguh rahasia. Membuat hati berbunga-bunga. Jika semua cinta berlandaskan karena Allah pasti akan indah sampai akhir. Dan akhirnya ku menemukanmu SARIYANTO.
Cerita ini aku persembahkan untuk suamiku tercinta SARIYANTO. Dalam bentuk rasa syukur ku, karena aku telah dipertemukan oleh nya. Oleh dia yang isyaAllah mulia akhlaknya, baik budinya. Janji Allah itu pasti “laki-laki baik dengan perempuan baik-baik”. Maka jika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri kita, intropeksi diri kita. Bukan malah menuntut ini, itu dari orang lain. Menerima apa adanya. To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar